Beranda

Sabtu, 20 Februari 2016

Sepenggal kisah rintisan Novel "Menanti Takdir Terindah"

Goresan Pena sang Pelangi yang patah hati



Beberapa hari dan bulan pun berganti. Tiga tahun sudah ku memendam rasa, namun keadaan masih tetap sama, hati tak bisa berdusta,  cinta datang tak ada yang mengira, biarlah ku pasrahkan kepada Allah yang maha kuasa, tentang segala apa yang ku rasa,, dan ku menunggu takdir yang berbicara. Dan kini dia bagai bintang dilangit yang teramat tinggi  untuk aku gapai, begitu tingginya hingga tak pernah tau keadaanku, namun mengapa sampai hari ini  masih ada rindu?  rinduku yang terbuang, rinduku yang terabaikan.
begitulah suara hati sang pelangi, apakah arti dari sebuah cinta? apakah ia sebuah anugrah? akankah pelangi sanggup bertahan dengan cinta yang dimilikinya? semoga kisah cintanya menuai sebuah hikmah dan manfaat bagi sesama. .

Tunggu kisah selanjutnya ya, salam sahabat imara. .

Jepara, 20 februari 2016.

2 komentar:

Posting Komentar